Wednesday, July 29, 2015

Hari 003: Kejadian 4-6

Kejadian 4
Kain memberikan persembahan kepada Tuhan tetapi tidak diindahkan. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya mengapa persembahannya ditolak, tidak dicatat mengapa. Tapi yang jelas tercatat adalah: bukannya mengkoreksi dirinya, dia malahan merencanakan dan benar-benar membunuh adiknya, Habel. Saya juga perlu berhati-hati mungkin saja suatu saat bisa ada di dalam keadaan Kain.

Beberapa generasi kemudian, Lamekh yang adalah keturunan Kain, tidak belajar dari kesalahan leluhurnya. Bukannya ingat kalau Kain dulu pernah dihukum Tuhan 7 kali lipat karena membunuh, dia seakan ingin menandingi Tuhan dengan membalaskan perbuatan orang yang bersalah kepadanya 77 kali lipat. Dia lupa kalau Tuhan menghukum Kain karena perbuatannya tetapi juga masih memberikan kesempatan kepada Kain agar tetap hidup.

Kejadian 5
Keturunan Adam hingga Nuh diuraikan. Sebagian besar hanya dicatat umurnya, punya anak umur berapa, kapan meninggal. Tetapi ada satu orang yang sangat spesial dicatat di pasal ini. Sangat indah membayangkan ada kejadian seperti ini pernah terjadi: (24) Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Kejadian 6
Banyak yang masih saya tidak pahami dalam pasal ini. Siapakah anak-anak Allah yang disenutkan di sini? Apakah sungguh ada orang raksasa saat itu? Bagaimana sesungguhnya Allah bisa menyesal?

Dalam pasal ini diuraikan lebih jauh lagi tentang kehidupan Nuh. Di tengah jaman yahng rusak masi ada Nuh yang dikatakan tidak bercela dan benar. Saya sungguh terkesan membaca kalau Nuh melakukan tepat apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Kalau jadi Nuh, mungkin saya akan ragu buat apa membangun bahtera yang begitu besar.






No comments:

Post a Comment